Langsung ke konten utama

Sepertiga Malam


Kala hujan menyapa
Menggenangi suasana malamku
Menodai sepinya hati
Menghamburkan lamunan bayangan diri
Ku bentangkan sajadah cinta
Di atas kayu rapuh yang menyangga
Dalam sepertiga malamku yang terjaga
Ku tumpahkan segenap rasa yang tertanam
Tumbuh dan ku lepas dalam sujud malam
Betapa sejuknya jiwa dan hati
Kala kening menyapa lantai dalam ketulusan
Sungguh…
Kau peneduh dalam liku kehidupan
Dalam naungan ridho-Mu
Ku lantunkan syair asma-Mu
Saat rembulan menerangi jubah miqna’ku
Berteman lentera kuning
Yang menua dimakan waktu
Dalam tunduk dekapan rahmat sang semesta
Menaungi segenap insan yang pasrah pada ilahi
Dalam raga…
Tersimpan sejuta hasrat di mata
Terbaca kata suka di lekukan bibir
Tersimpan rahasia cinta
Dalam doa yang terlantunkan
Aku, yang menjadi pilihanmu
Kamu, yang menjadi doaku
Menata diri untuk sebuah kesiapan
Menemukan tumpukan perbedaan
Sebagai pemersatu dalam kekurangan
Dalam balutan cinta ilahi Rabb
Ku sebut namamu dalam cakap doaku
Mempertemukan dua insan
Sebagai penyempurna separuh iman


Balikpapan, 04112019 
-nfa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Malam

Bintang bulan bersama Bercekrama dalam jarak Lalu menari di sudut langit Mematahkan sunyi rupanya.. Cahayanya memecah kegelapan Hingga fajar merengkuh dalam dekapnya Melepas semua beban yang terasa Menyisakan pesan di sudut langit.. Apakah ini rindu ? Yang menyentuh lembut sukmaku Kubisikkan nama dengan ragu pada angin yang berhembus.. Jadi, benarkah ini rindu ? Yang merebut cerahnya kejelasan.. ❤