Kala
hujan menyapa
Menggenangi
suasana malamku
Menodai
sepinya hati
Menghamburkan
lamunan bayangan diri
Ku
bentangkan sajadah cinta
Di
atas kayu rapuh yang menyangga
Dalam
sepertiga malamku yang terjaga
Ku
tumpahkan segenap rasa yang tertanam
Tumbuh
dan ku lepas dalam sujud malam
Betapa
sejuknya jiwa dan hati
Kala
kening menyapa lantai dalam ketulusan
Sungguh…
Kau
peneduh dalam liku kehidupan
Dalam
naungan ridho-Mu
Ku
lantunkan syair asma-Mu
Saat
rembulan menerangi jubah miqna’ku
Berteman
lentera kuning
Yang
menua dimakan waktu
Dalam
tunduk dekapan rahmat sang semesta
Menaungi
segenap insan yang pasrah pada ilahi
Dalam
raga…
Tersimpan
sejuta hasrat di mata
Terbaca
kata suka di lekukan bibir
Tersimpan
rahasia cinta
Dalam
doa yang terlantunkan
Aku,
yang menjadi pilihanmu
Kamu,
yang menjadi doaku
Menata
diri untuk sebuah kesiapan
Menemukan
tumpukan perbedaan
Sebagai
pemersatu dalam kekurangan
Dalam
balutan cinta ilahi Rabb
Ku
sebut namamu dalam cakap doaku
Mempertemukan
dua insan
Sebagai
penyempurna separuh iman

Komentar
Posting Komentar