Saat mentari merebah perlahan dibatas cakrawala Terjebak dalam kesunyian yang membara Kala samudera menabur sepi Senja meredup menenggang alam mencorak gelisah Dalam tubuh yang semakin lelah Dan magrib yang hampir menyerbu malam Aku terakuk patuh Sujud mengharap wajah sang penguasa Bersandar sajadah I lahi yang menyapa Dalam balutan jubah miq’na Mengalir di hati kesejukan jiwa Kala kening menyapa lantai dalam integritas Sungguh … Kau peneduh dalam liku kehidupan Bersama naungan ridho -Mu Ku lantunkan syair asma -Mu Dalam tunduk dekapan rahmat sang semesta Menaungi segenap insan yang pasrah pada I lahi Berlabuh pada kemurnian cahaya Mensucikan di setiap langkah waktu Agar menjadi muara Menuju jalan beningnya telaga qolbu Menyempurnakan samudera jiwa Dalam iman dan taqwa
Kala hujan menyapa Menggenangi suasana malamku Menodai sepinya hati Menghamburkan lamunan bayangan diri Ku bentangkan sajadah cinta Di atas kayu rapuh yang menyangga Dalam sepertiga malamku yang terjaga Ku tumpahkan segenap rasa yang tertanam Tumbuh dan ku lepas dalam sujud malam Betapa sejuknya jiwa dan hati Kala kening menyapa lantai dalam ketulusan Sungguh… Kau peneduh dalam liku kehidupan Dalam naungan ridho-Mu Ku lantunkan syair asma-Mu Saat rembulan menerangi jubah miqna’ku Berteman lentera kuning Yang menua dimakan waktu Dalam tunduk dekapan rahmat sang semesta Menaungi segenap insan yang pasrah pada ilahi Dalam raga… Tersimpan sejuta hasrat di mata Terbaca kata suka di lekukan bibir Tersimpan rahasia cinta Dalam doa yang terlantunkan Aku, yang menjadi pilihanmu Kamu, yang menjadi doaku Menata diri untuk sebuah kesiapan Menemukan tumpukan perbedaan Sebagai pemersatu dalam kekurangan Dalam balutan cinta ilahi Rabb ...