Langsung ke konten utama

Telah Usai 🌸




Ada perasaan yang tidak biasa ketika waktu telah tiba pada ujungnya.
Tawa, lara, kecewa dan cinta bercampur menjadi sebuah rasa.
Tak jarang emosi ikut beradu,
Hingga akhirnya keikhlasan mampu aku tanamkan.

Mengenalmu seperti cahaya lampu yang dapat ku nikmati dalam rangkaian cerita yang tak selamanya mudah.
Namun, cahaya lampuku telah redup ketika harapan melihat senyummu berakhir dengan orang lain.
Aku menyadari apa yang menjadi pilihanmu dan tak berhak untukku membatasinya.
Meski caranya tak pantas, aku mengerti, aku bukanlah pelepas segala dahagamu.
Aku hanya embun yang berhasil menyejukkan senjamu di masa lalu.

Tuhan memang tidak menciptakanmu untuk menyempurnakanku.
Tuhan hanya mengirimmu sebagai guru untukku sebelum akhirnya kutemukan penyempurnaku.

Bersyukurlah karena waktu telah berhasil mendewasakan kita hingga mampu berdamai dengan masa lalu.
Darimu aku belajar bahwa berjumpa dan berpisah hanya masalah waktu.
Perihal perwujudan harapan, aku tak punya kuasa untuk memastikan semua berjalan semau diri.
Tuhan memang punya rencana lain.
Sebab sabar selalu diucapkan lebih dulu, lalu kemudian aku bersyukur.

Perasaan kita tak pernah mati, ia hanya bermetamorfosis menjadi bentuk yang lebih indah untuk kemudian siap menghadapi hidup yang semakin berat dengan jiwa yang lebih kuat.

Maafkan atas segala kesalahanku
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku
Doaku adalah harapan terbaikmu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepertiga Malam

Kala hujan menyapa Menggenangi suasana malamku Menodai sepinya hati Menghamburkan lamunan bayangan diri Ku bentangkan sajadah cinta Di atas kayu rapuh yang menyangga Dalam sepertiga malamku yang terjaga Ku tumpahkan segenap rasa yang tertanam Tumbuh dan ku lepas dalam sujud malam Betapa sejuknya jiwa dan hati Kala kening menyapa lantai dalam ketulusan Sungguh… Kau peneduh dalam liku kehidupan Dalam naungan ridho-Mu Ku lantunkan syair asma-Mu Saat rembulan menerangi jubah miqna’ku Berteman lentera kuning Yang menua dimakan waktu Dalam tunduk dekapan rahmat sang semesta Menaungi segenap insan yang pasrah pada ilahi Dalam raga… Tersimpan sejuta hasrat di mata Terbaca kata suka di lekukan bibir Tersimpan rahasia cinta Dalam doa yang terlantunkan Aku, yang menjadi pilihanmu Kamu, yang menjadi doaku Menata diri untuk sebuah kesiapan Menemukan tumpukan perbedaan Sebagai pemersatu dalam kekurangan Dalam balutan cinta ilahi Rabb ...

Tentang Malam

Bintang bulan bersama Bercekrama dalam jarak Lalu menari di sudut langit Mematahkan sunyi rupanya.. Cahayanya memecah kegelapan Hingga fajar merengkuh dalam dekapnya Melepas semua beban yang terasa Menyisakan pesan di sudut langit.. Apakah ini rindu ? Yang menyentuh lembut sukmaku Kubisikkan nama dengan ragu pada angin yang berhembus.. Jadi, benarkah ini rindu ? Yang merebut cerahnya kejelasan.. ❤