Langsung ke konten utama

Dunia Baru ※



Telah tiba waktunya
Ku harap kau membacanya di akhir senja yg kau nikmati dengan secangkir kopi

Jiwamu kini telah terlilit cinta
Tak ada lagi permainan
Tak lagi sekedar harapan
Detak jam dinding
Menjadi saksi bergulirnya waktu
Menjadi saksi terpautnya rindu
Dalam kebersamaan itu

Terikat janji tuk saling setia
Sehidup semati mengumpulkan separuh jiwa
Itulah awal dari bahagia

Akadmu menjadi kunci pertama dari bahtera
Pastikan kau genggam tanpa cela
Karna itulah arti dari sebuah cinta

Dalam setiap helai gaun pengantinmu
Kutau, betapa bahagianya hatimu
Betawa riangnya jiwamu
Yang kini tlah mampu
Melepas ikatan jarak
Dan merajutnya menjadi sayap² merpati
Tuk dibawa terbang tinggi
Ke langit bersama

Tak ada lagi malam yang sepi
Tak ada lagi malam yang sunyi
Selamat menempuh hidup baru, sahabat
Selamat mengukir tawa dn canda bahagia, bersama

Semoga senyum bahagia itukan selalu tersirat
Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah
Semoga memiliki putra i yang baik budinya
Semoga selalu bersama dn bahagia, sampai maut memisahkan... aamiin


Nanda & Indra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepertiga Malam

Kala hujan menyapa Menggenangi suasana malamku Menodai sepinya hati Menghamburkan lamunan bayangan diri Ku bentangkan sajadah cinta Di atas kayu rapuh yang menyangga Dalam sepertiga malamku yang terjaga Ku tumpahkan segenap rasa yang tertanam Tumbuh dan ku lepas dalam sujud malam Betapa sejuknya jiwa dan hati Kala kening menyapa lantai dalam ketulusan Sungguh… Kau peneduh dalam liku kehidupan Dalam naungan ridho-Mu Ku lantunkan syair asma-Mu Saat rembulan menerangi jubah miqna’ku Berteman lentera kuning Yang menua dimakan waktu Dalam tunduk dekapan rahmat sang semesta Menaungi segenap insan yang pasrah pada ilahi Dalam raga… Tersimpan sejuta hasrat di mata Terbaca kata suka di lekukan bibir Tersimpan rahasia cinta Dalam doa yang terlantunkan Aku, yang menjadi pilihanmu Kamu, yang menjadi doaku Menata diri untuk sebuah kesiapan Menemukan tumpukan perbedaan Sebagai pemersatu dalam kekurangan Dalam balutan cinta ilahi Rabb ...

Tentang Malam

Bintang bulan bersama Bercekrama dalam jarak Lalu menari di sudut langit Mematahkan sunyi rupanya.. Cahayanya memecah kegelapan Hingga fajar merengkuh dalam dekapnya Melepas semua beban yang terasa Menyisakan pesan di sudut langit.. Apakah ini rindu ? Yang menyentuh lembut sukmaku Kubisikkan nama dengan ragu pada angin yang berhembus.. Jadi, benarkah ini rindu ? Yang merebut cerahnya kejelasan.. ❤